Home disruption MENUDING DAYA BELI

MENUDING DAYA BELI

594
7
SHARE
Pada bulan Agustus tahun 2017, merupakan penentuan bagi perekonomian Indonesia di masa yang akan datang dalam menghadapi disruption ini. Pada saat itu presiden menyampaikan pidato kenegaraan di depan sidang MPR, namun yang terjadi adalah kejutan dalam berita – berita ekonomi.
Satu persatu asosiasi mengumumkan penurunan pendapatan bisnis mereka. Setelah sebelumnya penjualan sepeda motor turun dari sekitar 8 juta unit menjadi 6 juta pertahun, kemudian giliran pengusaha dari asosiasi ritel menyebutkan penurunan penjualan sebanyak 20%. Tentunya hal tersebut terjadi secara signifikan. Bahkan, beberapa gerai Hypermart harus menutup toko mereka, kemudian disusul juga dengan laporan dari asosiasi pengusaha mainan anak-anak yang penjualannya turun sebanyak 30%.
 
Penyebab utama dari sebuah kejadian itu adalah daya beli masyarakat yang turun. Namun Benarkah pendapat itu?
Saya sebagai penulis dan pengamat tentunya  memiliki pendapat yang lain mengenai fenomena tersebut. Setelah anda selesai membaca buku ini mungkin Anda memiliki pendapat yang sama dengan saya bahwa yang terjadi bukanlah daya beli masyarakat, akan tetapi adalah perpindahan dari cara membeli dan apa yang dibeli oleh masyarakat tersebut. Salah satu pemicu utamanya adalah disebabkan disruption itu sendiri.
 
Untuk membuktikan pendapat saya tersebut tentunya memiliki ilmu, dan ilmu tentunya kita harus memiliki data yang akurat. Namun yang terjadi saat ini adalah, banyak lembaga yang ditugaskan untuk melakukan data tersebut yang telah terperangkap dalam sektor tertentu yang hanya dapat dilihat secara kasat mata. Dan itu semua adalah sektor konvensional.
 
Salah satu contohnya adalah taksi konvensional, properti konvensional, hotel konvensional, bahkan sampai pembayaran konvensional, kemudian ada juga Hotel konvensional, media dan industri periklanan konvensional, mainan konvensional yang terdiri dari boneka dan mobil-mobilan, dan seterusnya. Dan semua itu hampir tidak ada yang menunjukkan data substitusi atau prospek dari disruptor itu sendiri dan tentunya hal ini bisa menyesatkan.
 
Jika data-data tersebut dikumpulkan dan tetap seperti itu maka akan membuat kita semakin cemas sampai kapanpun. Karena faktanya dunia konvensional akan ditinggalkan oleh konsumen baru cepat atau lambat, khususnya bagi generasi milenialis yang usianya saat ini sudah mencapai 40 tahun.
Tentunya cara pandang dari generasi milenialis itu benar-benar berbeda dengan para incumbent yang sudah menjadi pempin pasar secara bertahun-tahun. Memang daya beli mereka belum besar seperti generasi di atasnya yang tentunya lebih mapan, namun mereka memiliki kemampuan untuk mendapatkan barang dan jasa yang jauh lebih murah yang bisa mereka dapatkan di jalur non konvensional. Saat ini dunia perekonomian Tengah mengalami peristiwa dan destruktif yang sangat luar biasa
 
Mereka dimanjakan oleh para pelaku usaha baru yang telah meremajakan proses bisnisnya. Mereka tidak lagi menggunakan konvensional marketing atau 4P melainkan mereka menggunakan bisnis model. Selain itu lawan lawan tangguh dan pemain lama itu kini hadir tanpa terlihat atau secara tidak kasat mata.
 
Seperti halnya taksi yang tidak ada mereknya pada pintu taksi tersebut, dan penumpang tersebut turun tapi tidak terlihat seperti membayar. Gejala seperti itu sama sekali berada di luar ranah inkamben, pengumpul data dari badan  pusat Statistik dan lembaga survei lainnya, pakar ekonomi bahkan, hingga pada jurnalis semuanya.
 
Saat ini kita hanya diperlihatkan angka-angka penurunan yang sudah diamalkan oleh christensen, Dalam sebuah wawancara di Harvard christensen menyatakan bahwa pertemuannya dengan bos Intel Andi Groove yang pada saat itu ingin meninggalkan christensen, namun dia tertarik dengan teori dari Christensen. Christensen hanya memiliki sebuah teori namun Andy ingin mendapatkan sebuah data. Namun beruntung, Andy segera menyadari bahwa disruption adalah sebuah teori yang bisa dipakai untuk meramalkan masa depan di bidang perekonomian dan terbukti bukan teori yang hanya tidak memiliki dasar untuk diketahui.
 
Andy Groove berkata, “Saya akhirnya menyadari ucapan christensen bahwa pemain-pemain lama seperti Intel dapat terdeteksi oleh pendatang baru yang masih kecil karena mereka membuat produk yang jauh lebih murah dan tentunya lebih sederhana.”
 
“Saya masih membutuhkan data, tetapi dalam era disruption ini, data yang sudah ada tidak bisa digunakan kembali karena data yang sudah dikumpulkan oleh kami adalah data kemarin yang hanya cocok untuk dilakukan perbaikan. Sedangkan saya membutuhkan data untuk melihat apa yang akan terjadi saat ini dan akan terjadi besok. Jadi yang saya butuhkan kalau memang belum ada datanya, adalah sebuah teori. Dan teori anda menjelaskan proses pergantian tersebut.” Itulah yang diucapkan Andi kepada christensen.
 
Perusahaan sebesar Intel Akhirnya bisa selamat karena teori disruptive dan mindset dari disruptive tersebut. Saat ini kita bisa menyaksikan teori tersebut terjadi secara masif dalam ranah perekonomian Indonesia. Hal itu membuat hampir semua orang bingung. Bahkan dalam tabloid kontan, terdapat sebuah judul yang menarik yani “Anomali Gejala Ekonomi Indonesia”. Dalam judul tersebut disajikan data-data penurunan jumlah pertumbuhan penjualan dari berbagai macam sektor. Namun Sayangnya kita hanya bisa membaca sektor konvensional.
 
Kita tidak bisa secara cermat membaca data penjualan sepeda motor yang turun sebanyak 13,1% dan penjualan semen yang turun sebanyak 1% dari semester 1 tahun ini. Data ini adalah data yang dibandingkan dengan periode sama dari tahun lalu. Jadi ke mana ia beralih? Kita juga tidak bisa membaca bahwa pendapatan dari PT Astra Internasional naik sebanyak 30% sepanjang semester 1 di tahun ini. Selain itu juga kita mendengarkan berbagai macam pandangan yang saling bertentangan. Salah seorang teman saya yang memiliki usaha keramik terbesar di Indonesia ini mati-matian menjelaskan bahwa daya beli masyarakat saat ini sedang turun drastis. Namun Perry Tristianto, salah seorang pemilik factory outlet yang berada di Bandung mengatakan bahwa jika dulu jarak dari Jakarta Bandung atau sebaliknya hanya bisa ditempuh dengan 2 jam, sekarang mencapai 5 sampai 7 jam sehingga sulit bagi dirinya untuk mengakui bahwa daya beli masyarakat sedang turun.
Saya tambahkan lagi selama periode mudik lebaran kemarin yang saya pantau selamar 4 Minggu, jumlah penumpang yang terbang dari 13 bandara di lingkungan AP2 naik sebanyak sekitar 11%. Bahkan kenaikan di Bandara Halim Perdanakusuma saja mencapai 25% pada periode lebaran lalu.

7 COMMENTS

  1. Hi there very nice website!! Man .. Excellent ..

    Wonderful .. I’ll bookmark your website and take the feeds additionally?
    I am happy to search out a lot of useful info right here in the publish, we need work out more strategies in this regard, thank you for sharing.
    . . . . .

  2. My partner and I stumbled over here different web address and
    thought I may as well check things out. I like what I see so i am just following you.
    Look forward to looking at your web page again.

  3. I am sure this paragraph has touched all the internet visitors, its really really pleasant piece
    of writing on building up new website. I am sure this post
    has touched all the internet visitors, its really really good
    article on building up new weblog. Woah! I’m really enjoying the template/theme
    of this blog. It’s simple, yet effective. A lot of times it’s very hard
    to get that “perfect balance” between user friendliness and visual appeal.
    I must say that you’ve done a great job with this.
    In addition, the blog loads super quick for me
    on Chrome. Superb Blog! http://foxnews.co.uk

  4. This is a potential problem for just about any dog,
    but sometimes appears typically in large breed, deep chested dogs like German Shapers, Great Danes, and
    Saint Bernard’s. But you probably should start
    eating more nuts, whole oats, fruits, vegetables, fish, and
    stuff like that. Avoid exposure to others for at least five
    days, the during which you is going to be contagious.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here