Home bitcoin Proses Menambang (mining) Bitcoin

Proses Menambang (mining) Bitcoin

219
0
SHARE

Sebenarnya, bagaimana proses mining (tambang) bitcoin  itu bekerja? Pertanyaan ini ada di benak setiap kita yang akan memulai pengenalan awal Bitcoin. Menurut ulasan yang dibuat oleh The Economist pada Januari 2015 yang lalu, mencoba memberikan ulasan tentang hal tersebut.

Semenjak harga bitcoin makin jatuh secara terus menerus di tahun 2015 itu, orang yang skeptik mengatakan bahwa mereka mulai khawatir tentang perkembangan mata uang digital ini di masa depan. Di seluruh dunia, ada beratus ribu komputer khusus yang telah dibangun untuk menciptakan (proses ini dikenal sebagai “mine”) bitcoin serta pada prosesnya, melakukan validasi terhadap transaksi tersebut dan melakukan proteksi/perlindungan terhadap sistem tersebut. Sebenarnya, bagaimana proses bitcoin mining bekerja?

Tujuan dari bitcoin itu sendiri, sebagaimana dibayangkan oleh Satoshi Nakamoto, sang penemu, adalah untuk menyediakan cara tukar token secara online tanpa sebuah ketergantungan kepada pihak-pihak perantara, seperti Bank misalnya. Cara penyimpanan data nya juga ter-de-sentralisasi menjadi “blockchain”, sebuah catatan ledger yang terus menerus berkembang, yang menyimpan sejarah catatan dari keseluruhan bitcoin yang saat ini beredar, dan ia hidup pada ribuan jumlah mesin yang saat ini berada dalam network bitcoin itu sendiri. Namun, dengan tidak adanya otoritas sentral, siapa yang menentukan sebuah transaksi adalah resmi dan boleh ditambahkan ke dalam blockchain? Dan bagaimana caranya agar sistem tidak bisa dipermainkan, misalnya dengan cara penggunaaan bitcoin dalam 2 kali transaksi? Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah proses yang kita kenal sebagai Mining.

Setiap 10 menit sekali, komputer mining mengumpulan beberapa ratus transaksi bitcoin yang tertunda (ini dikenal sebagai “block”), dan merubahnya menjadi sejenis teka teki matematis. Penambang pertama yang menemukan jawaban teka teki tersebut mengumumkan kepada penambang lain nya di network/jaringan tersebut. Penambang lain nya kemudian akan melakukan pengecheckan apakah si pengirim dana mempunyai hak untuk membelanjakan uangnya, dan apakah jawaban dari teka teki tersebut benar adanya. Jika dinilai cukup buat mereka memberikan persetujuan/approval, maka block tersebut secara kriptograph ditambahkan kepada ledger/catatan tersebut, lalu sang penambang akan menuju ke transaksi berikutnya (dikenal sebagai “blockchain”). Hal ini akan diterangkan lebih lanjut di posting berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here