Home disruption Pola Pikir di Era Teknologi

Pola Pikir di Era Teknologi

317
0
SHARE

Disruptive mindset adalah kunci dari semua manajemen baru.
Schumpeter memperkenalkan konsep kewirausahaan saat resesi sedang melanda negara-negara industri. Lalu dengan adanya konsep ini, dia sudah mulai terbiasa dengan konjungtur siklus ekonomi atau Crises-Growth yang berarti bahwa siklus yang bergantian. Mulai dari pertumbuhan lalu kemudian krisis dan kemudian tumbuh lagi gantian naik dan turun. Kita akan mempelajari tentang hierarki, koordinasi, pengukuran kinerja, alignment dan seterusnya.

Dengan adanya semua ini berarti memberi kita pencerahan bahwa harus memberi ruang untuk bisa melakukan akselerasi agar bisa mengejar perubahan yang semakin hari semakin cepat. Dari metode manajemen Jepang sudah dikenal sejak tahun 1980 melalui metode ini yang dinamakan total quality control, just in time, dan budaya perusahaan, maka pada tahun 90-an kita memasuki era re-enginering kemudian di tahun 2000an memasuki era Change dan juga transformasi. Kini memasuki abad 21 kita menghadapi disruption dengan agile management.
Cragun dan sweetman pada 2016 membagi 5 pemicu gelombang disruption sejak tahun 1980. 6 hal itu tercatat pada tahun 2015 kita sudah melewatkan sebanyak 20 episode kejutan yang terbagi dalam 5 penyebab yaitu teknologi khususnya IT, teori manajemen mencakup didalamnya metode mengenai pengelolaan SDM, kepemimpinan, produksi dan juga bisnis. Lalu kemudian ada peristiwa ekonomi yang didalamnya mencakup peran negara, bank Sentral, fluktuasi penawaran dan juga permintaan, lalu kemudian ada daya saing global dan geopolitik.

Jika anda lebih jeli lagi dalam memperhatikan, maka saat ini manusia menghadapi krisis atau masalah di setiap zamannya. Manusia selalu memiliki cara untuk mengatasinya. Dalam prosesnya, kita juga tidak jarang menyaksikan banyak korban yaitu mereka yang gagal beradaptasi kondisi internalnya tidak sesuai dengan tuntutan lingkungan tahu ada juga yang terikat dengan cara berpikir masa lalu. Diantara kesemuanya itu, yang paling banyak penderita adalah mereka yang memiliki masalah sebanyak 2 persoalan sekaligus yani harus bertahan keluar sekaligus menghadapi gempuran internal yang sangat berat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here