Home disruption APAKAH DISRUPTION ITU?

APAKAH DISRUPTION ITU?

310
2
SHARE

Secara singkat disruption bisa dikatakan sebagai sebuah inovasi. Inovasi inilah yang bisa menggantikan Semua sistem lama dengan cara yang baru. Disruption juga memiliki potensi untuk menggantikan pemain lama dengan pemain baru. Disruption juga menggantikan teknologi lama yang memiliki serba fisik dengan sebuah teknologi digital yang bisa menghasilkan sesuatu yang benar-benar baru tentunya lebih efisien dan bermanfaat.

Akan tetapi tentu saja ada sebuah pengecualian. Pengecualian akan terjadi jika anda benar-benar cerdik memiliki inovasi, membentuk pulang model bisnis cara yang baru. Pengecualian juga bisa terjadi jika para elit dan masyarakat, mau merubah ulang undang-undang atau memberi ruang kepada sebuah pembaruan.

Sejatinya, disruption memang menghancurkan tetapi juga kreatif. Karena adanya disruption itulah akan selalu ada sesuatu yang hilang dahn kemudian mati. Kesemuanya ini pastinya sangat menakutkan dan memaksa kita Untuk membentengi diri secara berlebihan. Namun di satu sisi akan ada hal baru yang akan hidup. Meskipun lapangan pekerjaan hilang, tetapi pasti akan ada yang akan menggantikannya yang membutuhkan sebuah kreativitas, semangat wirausaha yang baru. Itulah hukum alam dalam berbisnis.

Namun sayang, sekitar 90% dari kegiatan manusia yang dilakukan secara sehari-hari jika bukan pengulangan maka perbaikan. Hal ini termasuk untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dalam sebuah kebiasaan. Anda mungkin pernah mendengar bahwa Jepang tidak memiliki strategi, namun hal itulah yang membuat perekonomian Jepang berhasil menguasai dunia di tahun 60-an sampai tahun 2000-an. Namun hal itu juga yang membuat perekonomian mereka melambat dan cenderung menjadi negatif pada abad 21.

Lalu kita juga mengenal berbagai inovasi yang sangat populer di akhir abad 20 ini, yang artinya membuat sesuatu yang baru. Seperti misalnya pupuk kimia, komputer, penanaman dengan cara hidroponik, sistem irigasi, angkutan kontainer, tenaga listrik dan tenaga angin, mesin giling, kereta api, dan berbagai macam lainnya yang lahir sebagai sebuah inovasi dari cara lama yang tidak praktis dan juga tidak produktif. Sebanyak 3 sampai 9% produk terkemuka yang berada di dunia ini adalah hasil sebuah inovasi.

Lalu apa jadinya jika semua mau inovasi tersebut sudah ada di tempatnya, akan tetapi belum bisa menjangkau orang banyak? Apakah sebagai inovasi lahir untuk kemakmuran umat manusia? Berbagai ahli sudah menyiapkan pendapat agar mencoba dengan cara yang berbeda, itulah yang generasi milenial abad 21 dapatkan yakni disruption. Sekitar 1% dari semua aktivitas manusia yang memicu kehebohan di abad 21 ini adalah disruption. Hal ini juga bisa disebut sebagai empowering innovation.

Selain dari disruption kita sebut, ada juga yang dinamakan sebagai efficiency Innovation yang berarti inovasi yang memiliki dampak pada pemangkasan biaya sekaligus juga menjadi kabar buruk bagi penciptaan lapangan pekerjaan. Semuanya itu tentunya terjadi dalam tahapan produks di manai manusia akan semakin nyaman lalu mereka akan menjadi boros. Ketika ruang kreativitas untuk perbaikan industri semakin terbatas, maka manusia cenderung hanya akan fokus kepada sebuah efisiensi yang ujungnya untuk meningkatkan keuntungan, lalu keuntungan yang didapat itu diinveatasikan kembali kepada sebuah inovasi yang tentunya memiliki keefisienan yang tinggi sehingga penggunaan kapital menjadi terbatas. Tenaga kerja adalah salah satu biaya yang dipangkas secara masif, mengapa? Karena mereka dianggap sebagai fixed cost yang membebani.
Akan tetapi di zaman juga tidak akan berhenti di disruption ini. Karena masyarakat mengetahui adanya efisiensi inovasi yang terus-menerus melompat dan mengundang zaman berikutnya untuk segera datang. Kita semua juga belum tahu bagaimana karakteristiknya, namun yang jelas tidak akan linear lagi.

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here